Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Selasa, 14 April 2009

Keuntungan Penggunaan Udara Kempa

Ketersediaan yang tak terbatas, udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat.


Mudah disalurkan, udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil, panjang dan berliku.


Fleksibilitas temperatur, udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan, melalui peralatan yang dirancang untuk keadaan tertentu,


Aman, udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar dan tidak terjadi hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah,


Bersih, udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sehingga sistem pneumatik aman digunakan untuk industri obat-obatan, makanan, dan minuman maupun tekstil


Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. udara dapat melaju dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik, maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Bagi motor pneumatik putarannya dapat mencapai 30.000 rpm, sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai 450.000 rpm.




Dapat disimpan, udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman.



Kerugian Penggunaan Udara Kempa


Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. memenuhi kriteria tertentu, misalnya kering, bersih, serta mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. Oleh karena itu sistem pneumatik memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal, seperti kompressor, penyaring udara, tabung pelumas, pengeering, regulator, dll.


Mudah terjadi kebocoran, Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati ruang yang kosong dan tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. Oleh karena itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi. Peralatan pneumatic harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin.


Menimbulkan suara bising, Pneumatik menggunakan sistim terbuka, artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim, udara yang keluar cukup keras dan berisik sehingga akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. Cara mengatasinya adalah dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya.


Mudah Mengembun, Udara yang bertekanan mudah mengembun, sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu, misal kering, memiliki tekanan yang cukup, dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekan pada katup-katup dan aktuator.

Aplikasi Penggunaan Pneumatik

Penggunaan udara bertekanan sebenarnya masih dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan proses produksi, misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini dilakukan oleh tenaga manusia, seperti menggeser, mendorong, mengangkat, menekan, dan lain sebagainya.


Gerakan mekanik tersebut dapat dilakukan juga oleh komponen pneumatik, seperti silinder pneumatik, motor pneumatik, robot pneumatik translasi, rotasi maupun gabungan keduanya. Perpaduan dari gerakan mekanik oleh aktuator pneumatik dapat dipadu menjadi gerakan mekanik untuk keperluan proses produksi yang terus menerus (continue), dan flexible.


Pemakaian pneumatik dibidang produksi telah mengalami kemajuan yang pesat, terutama pada proses perakitan (manufacturing), elektronika, obat-obatan, makanan, kimia dan lainnya.


Pemilihan penggunaan udara bertekanan (pneumatik) sebagai sistim kontrol dalam proses otomasinya, karena pneumatik mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:



Mudah diperoleh, bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak, mudah didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil, aman dari bahaya ledakan dan hubungan singkat, dapat dibebani lebih, tidak peka terhadap perubahan suhu dan sebagainya.


Penggunaan silinder pneumatik biasanya untuk keperluan antara lain: mencekam benda kerja, menggeser benda kerja, memposisikan benda kerja, mengarahkan aliran material ke berbagai arah. Penggunaan secara nyata pada industri antara lain untuk keperluan: membungkus (verpacken), mengisi material, mengatur distribusi material, penggerak poros, membuka dan menutup pada pintu, transportasi barang,


memutar benda kerja, menumpuk/menyusun material, menahan dan menekan benda kerja. Melalui gerakan rotasi pneumatik dapat digunakan untuk, mengebor, memutar mengencangkan dan mengendorkan mur/baut, memotong, membentuk profil plat, menguji, proses finishing (gerinda, pasah, dll.)

Karakteristik Udara Kempa

Udara dipermukaan bumi ini terdiri atas campuran dari bermacam-macam gas. Komposisi dari macam-macam gas tersebut adalah sebagai berikut : 78 % vol. gas 21 % vol. nitrogen, dan 1 % gas lainnya seperti carbon dioksida, argon, helium, krypton, neon dan xenon.


Dalam sistem pneumatik udara difungsikan sebagai media transfer dan sebagai penyimpan tenaga (daya) yaitu dengan cara dikempa atau dimampatkan.


Udara termasuk golongan zat fluida karena sifatnya yang selalu mengalir dan bersifat compressible (dapat dikempa).



Sifat-sifat udara senantiasa mengikuti hukum-hukum gas.


Karakteristik udara dapat diidentifikasikan sebagai berikut : a) Udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, b) Volume udara tidak tetap. c) Udara dapat dikempa (dipadatkan), d) Berat jenis udara 1,3 kg/m³, e) Udara tidak berwarna

Sistem Pneumatik

Pengertian Pneumatik


Secara umum proses produksi menuntut pemindahan obyek atau bahan dari satu tempat ke tempat lain, membutuhkan gaya untuk menahan atau menekan suatu produk/benda.



Hal tersebut dapat dilakukan oleh penggerak mula (prime movers).



Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma’ yang berarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer (vacum). Sehingga pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa).


Harry L. Stewart (1983) : the term hydraulics refers to a liquid. In a hydraulics system oil, water or other liquid can be used. Beside a liquid, either a gas or a compressible fluid can be used. A fluid system that uses oil is called a hydraulics system. System that uses compressed air is called a pneumatics system.


Andrew Parr (2003) : system berbasis fluida yang yang menggunakan cairan sebagai media dinamakan system hidrolik (Yunani, hydra : air dan aulos : pipa), gambaran lain menunjukkan fluida adalah air walaupun yang lazim digunakan adalah minyak.

Sistem Satuan Internasional


































































Besaran Dasar



Satuan internasional



Nama



Lambang



Rumus Dimensi



1. Panjang



Meter



m



L



2. Massa



Kilogram



kg



M



3. Waktu



Sekon



s



T



4.Arus Listrik



Ampere



A



I



5. Suhu Thermodinamika



Kelvin



K



q



6. Jumlah Zat



Mola



mol



N



7. Intensitas cahaya



Kandela



cd



J














































































Besaran Jabaran



Satuan Internasional



1. Energi



Joule



J



2. Gaya



Newton



N



3. Daya



Watt



W



4. Tekanan



Pascal



Pa



5. Frekuensi



Hertz



Hz



6. Beda Potensial



Volt



V



7. Muatan Listrik



Coulomb



C



8. Fluks Magnet



Weber



Wb



9. Tahanan Listrik



Farad



F



10. Induksi Magnetik



Tesla



T



11. Induktansi



Henry



Hb



12. Fluks Cahaya



Lumen



Lm



13. Kuat Penerangan



lux



lx






Sistem Satuan Metrik,

dibedakan atas :


- statis


- dinamis



Sistem statis :


statis besar


- satuan panjang : meter


- satuan gaya : kg gaya


- satuan massa : smsb



statis kecil


- satuan panjang : cm


- satuan gaya : gram gaya


- satuan massa : smsk



Sistem dinamis :










































Sistem Satuan



Dinamis Besar



Dinamis Kecil



1. Panjang



meter



cm



2. Massa



kg



gr



3. Waktu



sec



sec



4. Gaya



newton



dyne



5. Usaha



N.m = joule



dyne.cm = erg



6. Daya



joule/sec



erg/sec





Sistem Satuan British



































Sistem Satuan



British



1. Panjang



foot ( kaki )



2. Massa



Slug



3. Waktu



Sec



4. Gaya



Pound



5. Usaha



ft.lb



6. Daya



ft.lb/sec





Sistem Matrik Dalam S.I.




























































































Awalan



Simbol



Faktor



exa-



E



1018



peta-



P



1015



tera-



T



1012



giga-



G



109



mega-



M



106



kilo-



k



103



hekto-



h



102



deka-



da



101



desi-



d



10-1



senti-



c



10-2



mili-



m



10-3



mikro-



m



10-6



mano-



n



10-9



piko-



p



10-12



femto-



f



10-15



ato-



a



10-18



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PENGAJARAN MIKRO

Mata Pelajaran : Motor Bakar


Kelas / Semester : X / Genap


Pertemuan ke- : 1


Alokasi Waktu : 15 menit



Keterampilan yang di latihkan


Komponen ketrampilan yang di kontrakkan


1. membuka pelajaran


2. menyampaikan materi


3. menutup pelajaran


Standar Kompetensi:





Memahami perbedaan motor bensin 2 tak dan 4 tak


Kompetensi Dasar:


Menganalisis cara kerja motor 2 tak dan 4 tak


Indikator:


Memahami pengertian motor bensin


Mengetahui perbedaan motor 2 tak dan 4 tak


Tujuan Pembelajaran:


Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta didik dapat:


1. Mengetahui pengertian motor bensin


2. Memahami cara kerja motor bensin


Materi Ajar:


1. Pengertian motor bensin


2. Cara kerja motor bensin


3. Perbedaan motor 2 tak dan 4 tak



Langkah-Langkah Pembelajaran:

































Tahapan



Kegiatan



Waktu



Guru



Siswa



Kegiatan awal



ü memeriksa kesiapan ruang, alat, dan media


ü memeriksa kesiapan siswa


ü melakukan kegiatan apersepsi


ü menggambarkan tujuan rencana kegiatan



Menyiapkan diri


mendengarkan




3’



Kegiatan inti



ü menyampaikan materi pembelajaran


ü melakukan tanya jawab materi pembelajaran


ü memberikan tugas kelompok


ü menilai hasil pekerjaan



Mendengarkan


Bertanya-jawab


Mengerjakan




10’



Kegiatan akhir



ü merangkum pembelajaran


ü melaksanakan tindak lanjut berupa pemberian tugas untuk remidi dan pengayaan



merangkum




2’



Alat dan sumber belajar


Papan tulis dan spidol


Evaluasi



Kesan sesudah pengajaran



Kesan setelah diskusi dengan pengamat



Sukaharjo, April 2009



Pembimbing Calon guru






Bambang Prawiro Febri Dwi Saputro